Pages

SiStEm PeRtAnIaN Surabaya


Lahan persawaan yang di miliki oleh Surabaya sekitar 1500 Ha. Sistem persawahannya berupa tadah hujan. Sentra lahan sawah di Surabaya yaitu bagian barat , bagian timur, dan bagian selatan. Rata rata para petani di Surabaya  berumur sekitar ≥ 45 tahun dan kebanyakan kaum laki-laki. Para petani yang mempunyai lahan sendiri hanya sedikit, tidak semua mempunyai lahan sendiri. Petani yang tidak memiliki lahan disebabkan lahan dijual ke para developer, dan akhirnya lahan harus sewa. Buru tani di surabaya lebih banyak yang berasal dari luar kota Surabaya.kebijakan dalam pengolahan tanah di surabaya sudah diatur. Untuk lahan tempat tinggal di surabaya memberikan lahan sebesar 70%. Dan untuk lahan pertanian surabaya terdapat sebanyak 30%.lahan pertanian di Surabaya tiap tahun menyusut hingga 8 %. Tetapi ada kebijakan yang berlaku supaya tetap ada untuk lahan bertani. Komoditas tanaman yang ada di kota Surabaya adalah padi, Jagung, Garbis, Semangka, kacang panjang, dan macam-macam sayuran daun.tidak hanya itu ada tanaman holtikultura dan tanaman jenis umbi-umbian. Sistem pengairan di kota Surabaya menjadi pematusan (limbah pabrik). Rata rata lahan yang dimiliki petani berukuran  menggunakan jarak tanam 20x20, petani jarang sekali menggunakan sistem jarak tanam jajar legowo (15x15x30) . Modal para petani Rp.1.500.000,- modal tersebut adalah biaya sendiri dan biaya pinjam dari koperasi. Varietas yang digunakan untuk padi yaitu menggunakan bibit Ciherang dan IR 64. Dalam penggunakan pupuk para petani di Surabaya masih menggunakan pupuk kimia. Rata-rata penggunaan pupuk di kota Surabaya yaitu  Urea 200 Kg/ Ha, KCl 100 Kg/ Ha, dan lain lain. Para petani masih mengunakan pupuk kimia karena praktis dan cepat untuk panen. tetapi para dinas pertanian Surabaya telah memberikan penyuluhan kepada para petani surabaya supaya untuk mengurangi penggunan pupuk kimia. Para petani melakukan mengurangi pemberian pupuk kimia dan menggunakan pupuk organik. Dalam pengendalian lahan menggunakan cara manual dan kimia. Untuk bahan kimia yang diguakan  Diktin, Furodan, Desis, Darmabos, dan Rondam. Sistem panen di Surabaya untuk padi sekitar 3 bulan. Hasil panen di jual ke tengkulak dan langsung ke pasar dalam bentuk gabah kering giling. Hasil panen padi  per Hektar adalah sekitar 4 sampai 5 ton yang sudah berbentuk gabah kering giling. Harga jual yang di jual ke tengkulak dan pasar harus sesuai dengan kebijakan harga pasar supaya, para petani tidak rugi dan tidak dibuat main sama para tengkulak yang berbuat curang . pada tahun 2009 dinas pertanian membuat kegiatan yaitu urban farming yaitu pertanian dalam kota. Dalam urban farming ini para penduduk Surabaya memanfaatkan lahan yang sempit untuk ditam berbagai macam tanaman. Contoh tanaman yang di budidaya lebih banyak pada tanaman buah yang mudah ditanam dan sayuran.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar